SOLUSI JITU SUPERVISI DI ZONA MERAH




BDR dalam kaster

 Intructional Leadership adalah satu tugas pokok  seorang kepala sekolah. Karenanya aku tidak boleh abai untuk melaksanakan supervisi akademik se
bagai tupoksi tebesarku, walaupun dalam situasi pandemi di zona merah.

Bekal untuk melaksanakan supervisi cukup rasanya diberikan oleh LPMP Banten kepada semua kepala sekolah se provinsi Banten mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah melalui Bimtek Daring yang cukup panjang.Kami dibekali sebuah aplikasi terpadu untuk merekam aktifitas supervisi. Terpadu karena dengan aplikasi tersebut pengawas, Dinas Pendidikan dan LPMP akan dapat mengakses rekam jejak yang kami lakukan dan akan tersimpan rapi administrasinya dalam sistem.

Ditengah-tengah  masa pandemi yang mana desa tempat sekolahku adalah zona merah , pelaksanaan pembelajaran tidak bisa seideal dalam situasi normal. Aku tahu mulai dari  merancang skenario, melaksanakan dan menilai pembelajaran guru-guru di sekolahku atau mungkin di semua sekolah menemui banyak kendala. Betapa tidak mulai menentukan media PJJ apa yang sesuaipun dibuat bingung karena banyak siswa yang tidak punya gawai, punya gawai tidak punya kuota, karena belum semua siswa mendapat bantuan kuota dari kementrian, entah apa sebabnya sulit untuk dilacak. Bahkan punya gawai dan kuotapun  penuh masih juga  terkendala karena sinyal yang begitu jelek di desaku.  Belum lagi perbedaan kemampuan dan kejujuran siswa, serta  dukungan perhatian dari orang tua yang begitu beragam, semua itu tak luput dari pemikiran para guru. Namun tetap harus diputuskan apa, dan bagaimana yang tebaik bagi sebagian besar anak.

Sebagai manajer pembelajaran aku harus senantiasa memberi dukungan baik moril maupun materil kepada guru-guru untuk memaastikan bahwa setiap siswa mendapatkan hak pelayanan pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing.Untuk memastikannya tentu aku harus mencari cara agar dapt memantau, mengamati dan memberi solusi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.Namun bagaimana caranya yah? Ga ada cara lain selain aku harus masuk ke dunia mereka, bergabung di google classroom, membuka tautan google form, join vicom , dan sebagainya.

Semua cara yang ditempuh memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sampai akhirnya aku minta diundang ke grup-grup WA kelas, mudah-mudahan ini lebih banyak kelebihannya dibandingkan media lainnya. Dan ternyata aku mulai enjoy memantau dan mengamati pelaksanaan pembelajaran di setiap kelas, walupun resikonya dalam 15 menit saja bisa sampai ratusan chat bertumpuk di notifikasi. Tapi tak apalah dibandingkan hikmah yang didapat,dengan media grup WA lebih fleksibel bagiku untuk berpindah dari kelas yang satu ke kelas yang lain untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Dan setiap hari tugasku jalan-jalan dari grup WA kelas  yang satu ke kelas lainnya. Banyak hal yang kudapatkan dari chat-chat penghuni grup sebagai permasalahan -permaslahan yang harus dicari solusinya.Setiap hari kulakukan jalan-jalan dari grup WA kelas  yang satu ke kelas lainnya untuk memastikan semuanya baik-baik saja. WAG walking memang solusi jitu untuk melakukan supervisi PJJ. Karena media itu satu-satunya media yang bisa berjalan di tengah sinyal yang tidak stabil di sekitar sekolahku.






















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENAHAN GODAAN

Kata, Rasa, dan Rupa Kehidupan dalam Akrostik

DARIK NASIHAT