Postingan

"Hymne PGRI" Lagu yang Menginspirasi

Gambar
  Tantangan Kamis menulis episode 2 Desember 2021 adalah dengan tema menginterpretasikan sebuah lagu menjadi tulisan.  Ada sebuah lagu yang sangat menginspirasi karena lirik dan nadanya yang indah serta isinya memotivasi bagi Insan pendidik. Siapa yang tidak kenal dengan lagu berikut ini? Hymne PGRI Ciptaan : Deni Setia Bagai secercah cahya Bagai sebutir embun Dikala alam gelap bumi gersang Pewujud insan cendekia Pembakti karya mulia Bagi bangsa negara Indonesia bahagia Oh Tuhan Lindungilah dia Oh Tuhan Berkatilah dia Dirgahayu PGRI Dirgahayulah dikau Dirgahayu selamanya Lagu ini bercerita tentang sebuah organisasi pergerakan guru yang lahir pada zaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara Republik Indonesia. Ketika itu rakyat Indonesia belum banyak memperoleh kesempatan pendidikan seperti sekarang ini. Mereka seumpama hidup pada zaman kegelapan, dan kemiskinan. PGRI memiliki peranan yang sangat penting sebagai organisasi penghimpun guru seluruh Indonesia, sehingga

MINYAK GORENG dalam Telelet

MINYAK GORENG, KENAPA? oleh Ambu Guru Minyak goreng melambung Pedagang gorengan tercenung Para pelaku UMKM pun bingung. Indonesia Negeri pengekspor CPO terbesar Para eksportir raup keuntungan bermilyar Abaikan keadaan negeri, cuan terus dikejar Ironis, sungguh ini tak wajar! Luasnya perkebunan sawit tak terbantah Hasil panen pun nan berlimpah  ruah Namun mengapa rakyat masih susah? Tingginya harga minyak goreng membuat gelisah Stabilisasi ekonomi kembali menjadi goyah. Baru saja ekonomi dimulai pemulihan Kini sudah ditimpa kembali sandungan Usaha rakyat kecil semakin kelimpungan Pengusaha besar pun telan banyak kerugian Ternyata minyak goreng miliki strategisnya peranan Menjadi salah satu pilar tegaknya perekonomian. Haruskah prinsip ekonomi dipatuhi? Lalu rasa peduli bangsa tidak usah dipenuhi ? Hingga, tinggnya ekspor bahan baku tidak menyalahi? Hanya Pemerintah yang harus menengahi Bukankah Pemerintah berwenang membenahi? Wahai para produsen CPO pedulilah Pada kesu

Hari Ini Milik Kita

Gambar
  Tantangan Kamis Menulis edisi 25 Nopember 2021 di Komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal).  Saya berpose di bagian sebuah stand pameran aksi nyata para Calon Guru Penggerak (CGP) Kabupaten Lebak. Undangan menghadiri pameran hasil aksi nyata CGP di kota kabupaten saya terima sejak seminggu yang lalu. Hari H-nya bertepatan dengan Hari Guru Nasional HGN, hari ini, 25 Nopember 2021. Hampir saja saya menyerah tidak menghadiri undangan karena mengejar deadline  pengumpulan dokumen Rencana Kerja Sekolah untuk periode 2022 s.d 2025. Penyusunan dokumen RKS tersebut sangat sempit waktunya, hanya berkisar satu minggu. Namun, dalam hati ada perasaan tak sampai hati bila saya tidak menghadirinya, karena takut tiga guru yang begitu antusias mempersiapkan pameran tersebut kecewa. Pastinya menjadi suatu kebanggaan dan kebahagiaan bila mereka mendapatkan apresiasi. Jadilah, di tengah kesibukan saya menyempatkan diri berangkat ke ibu kota kabupaten yang berjarak 36 KM, di mana pameran

Nasib Guru dalam Telelet

Gambar
  NASIB GURU PNSD Oleh Ambu Guru Pengelola guru banyak pihak Sehingga terjadi perberbedaan hak Sebagian guru bernasib sangat layak. Rasa cemburu adalah wajar Karena tugas sama-sama mengajar Tetapi tunjangan kinerja tak sama dibayar Nyatanya, tak seindah kabar tersiar. Guru adalah pekerja profesional Semua dituntut kinerja yang optimal   Lalu mengapa ada perbedaan nominal? Sebabnya karena peraturan manajerial? Itukah penyebab perbedaan dana marjinal? Tak dipungkiri masih banyak permasalahan Pemerintah kini sedang realisasikan tindakan Perbaikan nasib guru honor menjadi sasaran Namun, nasib PNSD juga jangan diabaikan Di tengah berbagai tuntutan kerja yang digencarkan Seimbangkanlah antara hak dan kewajiban. Timbanglah beban guru pendidikan dasar Agar tercapai kesimbangan hak yang wajar Tak perlu menunggu mereka berkoar Ubahlah aturan yang menjadi dasar Pemerintah bisa menganggar. Mengabdi di provinsi yang sama Mestinya dapatkan perlakuan seirama Harapan kami enyahkan

Sehimpun Telelet

  BENCANA BELUM BERAKHIR Oleh: Ambu Guru Belum kering luka Menghujam dalam duka Tiada tenang meneguk suka. Seiring hujan yang menderas Ribuan manusia didera rasa cemas Sesak hati direjam perasaan was-was Dahsyatnya bencana masih terasa jelas. Perut bumi diekploitasi Puaskan serakah penuh ambisi Berbekal lembaran sakti legalisasi Mereka abai akan langkah antisipasi Akhirnya bumi meratap alami degradasi. Bagaikan amarah yang diluapkan Amukan itu datang begitu mengerikan Bukit- bukit tak kuasa menopang badan Memuntahkan lumpur meluluh-lantakkan Sawah, ladang, rumah, tergulung ganasnya longsoran Banjir bandang pun menerjang tidak tertahankan. Jerit dan tangis manusia membahana Saksikan kehancuran yang tak dinyana Hanya lautan lumpur terlihat di mana-mana Menyambut mereka sengsara merana Terjebak dalam lelah derita di sana. Dan kini malapetaka masih mengancam Sadari kawan, itu akibat rusaknya alam Banjir longsor menghantam kejam Sanggupkah manusia meredam? Hentikan ula

TANAMKAN JIWA PAHLAWAN

Gambar
    TANAMKAN JIWA PAHLAWAN Oleh: Ambu Guru   Semoga di hati mereka masih tersemat Jasa pahlawan senantiasa diingat Layak dikenang sepanjang hayat.   Namun, ada rasa miris yang kurasa Kisah sejarah perjuangan bangsa Hanya dianggap kisah biasa Terkalahkan kisah romansa.   Tontonan menggiring ke arah yang salah Xenofili begitu meraksuk, membuat gerah Kian hari kegandrungan itu semakin parah Rasa bangga akan budaya sendiri pun kalah Haruskah kita hanya menyaksi dan menyerah?   Ketika kutanya, siapa pahlawan bangsa kebanggaan? Jawaban mereka tidak seseru akan artis idaman Kini amat mudah dan bebas menentukan pilihan Inilah tantangan berat bagi dunia pendidikan Betapa sulit tanamkan jiwa kepahlawanan Di tengah derasnya pengaruh kemajuan.     Sistem pendidikan yang seirama zaman itu mesti Berbagai proyek harus direncanakan dengan teliti Supaya dapat kita aplikasikan dengan pasti Tuk m en en tukan strategi mendidik dari hati Semo

Sehimpun Darik di Pantai

Gambar
  Segara Memesona Oleh : Ambu Guru Segara Bergelombang bergejolak Bergulung-gulung berkejaran Brak! Ombak menghempas Seumpama lepaskan beban Ciptakan bunyi berbuih Di bawah gelombang mengalun Semakin dalam biru memekat Bagai tabir penghalang pandang Tutupi sejuta misteri tersembunyi. Dari jauh auramu memikat Terpesona mata dalam pandangan Airmu mengalun bersama angin Ciptakan indah nan merayu Nyiur melambai gemulai Tak pernah lelah Menemani sepanjang harimu Takkan kujemu Selalu merindumu Nikmatimu. Anyer, 6 Nopember 2021 Bergeliat Kembali Oleh: Ambu guru Kulihat Antrian kendaraan Penuhi jalan Roda berputar kembali Membangunkan tidur panjangnya Pantai-pantai kini bergeliat Suara riang anak-anak  bergema Menikmati buaian ombak menepi Penjaja makanan bersuara kembali Menjemput harapan  mengais rezeki. Rasa syukur kepada-Mu Tuhan Telah mengembalikan kehidupan mereka Yang sempat terenggut, memilukan Semoga corona benar-benar pergi Keindahan pantai tern